Istana Gyeongbok

30 March 2015 | Admin UGM INDO

Istana Gyeongbok, pada awalnya, dibangun oleh Raja Taejo pada 1394. Istana ini terus dikembangkan selama kekuasaan Raja Taejong dan Raja Sejong Agung. Pada masa invasi Jepang (1592—1598), beberapa bagian istana Gyeongbok terbakar, namun dibangun kembali dan dikembangkan menjadi 330 bangunan yang kompleks dengan 5.792 kamar pada masa pemerintahan Daewon-gun (1867). Istana Gyeongbok berdiri di atas lahan seluas 410.000m2 dan menjadi simbol keagungan bagi rakyat Korea dan menjadi tempat tinggal raja.

Pada 1911 dan selama pendudukan Jepang, sepuluh bangunan di istana Gyeongbok dibongkar oleh pemerintah Jepang. Mereka kemudian membangun gedung umum pemerintah Jepang untuk Gubernur Jenderal Korea di depan aula singgasana. Setelah Korea merdeka, bangunan utama yang meliputi Geunjeongjeun, ruang singgasana raja dan paviliun Gyeongheoru yang terletak di danau teratai buatan berada dalam 48 tiang penyangga dari granit. Sekarang, istana Gyeongbok dibuka untuk umum dan dijadikan sebagai Museum Rakyat Korea. Museum Nasional Korea juga berada di tempat ini sebelum direlokasi ke Yongsan-gu pada 2005.

Keindahan asli istana Gyeongbok memang belum seluruhnya dikembalikan, tetapi rakyat Korea selalu berharap agar bangunan-bangunan istana yang rusak bisa direnovasi seperti bentuk aslinya. Saat ini, gerbang utama istana Gyeongbok sedang direnovasi seperti bentuk aslinya dan direncanakan akan selesai pada 2009. Jika Anda berkunjung ke istana ini, selain menyaksikan keindahan bangunan-bangunan istana, Anda juga dapat pergi ke kebun yang berada di belakang istana yang digunakan sebagai bagian utama tempat tinggal gubernur jenderal pada masa invasi Jepang. Namun, sejak didirikannya Republik Korea pada 1948, Presiden Syngman Rhee menggunakan tempat ini sebagai kantor dan tempat tinggalnya.

Kirim Komentar

Berita Terbaru