Kilas Balik Prodi Bahasa Korea 2009

4 April 2015 | Admin UGM INDO

Program Studi Bahasa Korea mengalami tahun yang penuh dengan suka cita kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang patut dicatat untuk menggambarkan aktifnya program studi ini dimulai di bulan Februari 2009 dengan adanya kunjungan dari Pacific Asia Society yang terdiri dari 25 mahasiswa dari berbagai universitas di Korea. Bersama mahasiswa prodi Bahasa Korea , mereka mengadakan kegiatan seperti pelatihan bahasa dan Budaya kedua negara. Tak ketinggalan, mereka melakukan bakti sosial di sebuah desa di Bantul yang diselingi dengan kegiatan darmawisata ke tempat-tempat wisata di Jogjakarta . Berkaitan dengan kegiatan bakti sosial, 55 mahasiwa prodi Korea dengan sekitar 30 mahasiswa Korea dari Saemaeul Undong Academy mengadakan bakti sosial di Gunung Kidul pada bulan Juni dan Juli 2009.

Kegiatan kedua yang penting untuk dicatat adalah tercapainya kerjasama dengan berbagai universitas di Korea . Tiga kerjasama yang penting adalah pertama, kesepakatan dengan Chungnam National University untuk mengirimkan 2 mahasiswa Prodi Bahasa Korea UGM untuk belajar di Korea selama satu tahun dengan beasiswa penuh. Kedua, Kangnung Wonju University juga mengundang mahasiswa prodi untuk mengikuti kegiatan musim panas di Korea. Ketiga adalah adanya kerjasama prodi ini dengan jurusan Bahasa Korea, Seoul National University untuk pembuatan buku ajar untuk mahasiswa. Buku ini telah terbit dan telah dibagikan secara gratis kepada seluruh mahasiswa program studi ini.

Menyinggung beasiswa, program studi ini telah memberikan beasiswa finansial kepada sekitar 70 mahasiswa selama setahun ini. Beasiswa itu berasal dari KOICA, PAS, Vitamin House, KORINDO, dan sumber lainnya. Mahasiswa yang berprestasi akademik maupun mereka yang secara ekonomi kurang mampu mendapatkan bantuan dari sumber-sumber tersebut. Selain beasiswa dalam bentuk bantuan finansial, prodi ini bekerja sama dengan institusi di Korea mengadakah pertukaran mahasiswa. Pada tahun 2009 ini, dua mahasiswa angkatan 2008 yaitu Yogi Achmad Fajar dan Lastin Darmokumor berangkat ke Korea mengikuti Youth Camp for Asia’s Future pada bula Juni. Pada bulan yang sama, Muhammad Doni Kurniawan (angkatan 2007) mengikuti Hanseo Global Walk. Selain itu, Diana Paramitha Rachman dan Zulfa Nadia—keduanya angkatan 2007—mengikuti kuliah selama satu tahun di Chung Ang University. Hal-hal inilah yang menjadi salah satu pendorong mahasiswa untuk terus bersaing sehat dan bersemangat untuk belajar bahasa dan budaya Korea .

Kegiatan lain yang mendukung keberadaan program studi adalah adanya rekrutmen langsung untuk para lulusan, seperti yang telah dilakukan oleh PT Lotte Indonesia dan Hana Bank. Yang menggembirakan adalah adanya dua lulusan yang langsung mendapatkan kepercayaan untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Hal lain yang menjadi ciri khas program studi ini adalah aktifnya mahasiswa prodi ini dalam kegiatan kesenian. Tim <em>Samulnori</em>—musik tradisional Korea—sering mengisi acara baik di kampus UGM maupun kampus-kampus lain di Jogjakarta. Selain itu, tim ini beserta tim tari prodi juga ikut serta dalam acara <strong>Jogja Carnival</strong> di bulan Oktober 2009. Yang tak kalah menarik adalah kolaborasi antara gamelan Jawa dengan <em>Samulnori</em> yang dibawakan oleh mahasiswa prodi Korea dan jurusan Inggris. Kolaborasi atraktif ini telah dua kali dipentaskan pada acara amal untuk gempa Sumatra Barat di Fakultas Kedokteran UGM dan pada acara <strong>Korean Days</strong> pada bulan Desember 2009.

Kegiatan besar yang mengakhiri tahun suka cita 2009 adalah kegiatan Korean Days yang menjadi puncak kegiatan program studi Korea. Dengan rangkaian acara mulai dari seminar tentang Korea Kontemporer, festival film, demo masakan Korea, permainan tradisional Korea, cerdas cermat <em>Golden Bell</em>, <em>face painting</em>, pelatihan penulisan huruf Korea, parade pakaian tradisional Korea <em>Hanbok</em>, sampai pentas budaya Korea dan Indonesia. Pentas budaya inilah yang menjadi unggulan semua kegiatan karena saat inilah semua kreativitas, bakat, dan kemampuan seni mahasiswa dipertunjukkan. Satu hal yang memberi kesan dalam acara ini adalah tampilnya berbagai macam tarian Korea berkat adanya seorang dosen tari dari Kementerian budaya, olahraga, dan pariwisata Korea, yaitu Ibu Ha Seon Hea. Dialah yang memberi warna lain dalam pengajaran kesenian di Prodi Bahasa Korea tahun ini.

Itulah kilas balik kegiatan Program Studi Bahasa Korea, FIB UGM tahun 2009. Segala bentuk kegiatan tersebut benar-benar memberi warna yang akan terus menjadi saksi keberadaan prodi ini di masa-masa mendatang.

Kirim Komentar

Berita Terbaru