7 Oktober 2026 — Bertempat di kompleks pemakaman Raja Sejong di Kota Yeoju diselenggarakan Seminar Akademik Pertama K-Speech Eloquence. Penyelenggaraan seminar ini merupakan babak baru dari sejarah pelaksanaan lomba K-speech selama 30 tahun.
Dalam seminar tersebut, dosen prodi bahasa dan kebudayaan Korea, Alfiana Amrin Rosyadi, S.S, M.A mendapatkan undangan untuk menjadi salah satu presenter. Sebuah kesempatan langka mengingat seminar ini merupakan seminar pertama dan hanya ada empat presenter serta tiga panelis yang hadir. Empat presenter tersebut antara lain Prof. Jae Hoon Jung dari The University of Queensland, prof. Choi Yonggi dari Konkuk University, Dr. Lee Hyeong Sam dan Alfiana Amrin Rosyadi, S.S, M.A dari Universitas Gadjah Mada. Sementara untuk panelis, hadir di acara tersebut prof. Moon Heejin, prof. Bae Yoongyung dan Prof. Seo Gyuwon.

Dosen UGM diundang khusus untuk mempresentasikan penelitian kelas dari penerapan latihan K-speech pada kelas Berbicara dan Menyimak 3. Penelitian tersebut dalam bahasa Indonesia berjudul pengaruh efikasi diri dan dampak yang dirasakan pada hasil ujian akhir K-speech di prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea. Sebelumnya pengintegrasian antara materi latihan K-speech belum pernah dilakukan dengan mata kuliah Berbicara. Oleh karena itu, pihak asosiasi menganggap langkah yang dilakukan tersebut merupakan inovasi besar dan bisa dikembangkan untuk model di pembelajaran K-speech di luar negeri.
Penerapan latihan K-speech dan ujian akhir semester seperti model lomba K-speech di UGM awalnya dilakukan untuk memperkenalkan kepada seluruh mahasiswa sistem lomba orasi K-speech. Dengan begitu, mahasiswa akan memiliki ketertarikan pada pelaksanaan lomba K-speech oratory di Jakarta. Jika dibandingkan dengan peserta yang ikut tahun 2023 dan sekarang, jumlah peserta dari UGM meningkat secara drastis dari 3 orang ke 30-an peserta.
Bagi dosen prodi sendiri, acara tersebut memberikan pengalaman baru karena sebelumnya belum pernah ada seminar akademik tentang K-speech. Ke depan, pembelajaran dengan penggabungan K-speech dapat terus dilakukan meskipun dosen pengampunya berganti dan tentunya berharap mahasiswa UGM dapat menampilkan performa terbaik sehingga mendapat juara di perlombaan.
(Alfiana Amrin Rosyadi)