Yogyakarta, September 2026 — Dosen Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Sri Wahyuningsih, S.S., M.A., mempresentasikan hasil penelitian mengenai pengembangan kamus bilingual Korea–Indonesia untuk pembelajar EPS-TOPIK dalam seminar internasional ASIALEX 2026 yang diselenggarakan pada 9–11 September 2026 di The Jogja Hotel and Convention, Yogyakarta.
Seminar internasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Asian Association for Lexicography (ASIALEX) tersebut mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang leksikografi dari berbagai negara.
Dalam seminar tersebut, Sri Wahyuningsih mempresentasikan penelitian berjudul “An Analysis of Nouns in EPS-TOPIK Textbooks: Toward the Development of a Korean–Indonesian Bilingual EPS-TOPIK Dictionary” pada 11 September 2026. Penelitian ini dilakukan bersama Prof. Kilim Nam dari Yonsei University dan berfokus pada analisis nomina dalam buku ajar EPS-TOPIK sebagai dasar pengembangan kamus bilingual Korea–Indonesia yang secara khusus ditujukan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Korea Selatan.

Berdasarkan hasil analisis penelitian tersebut, diperoleh sebanyak 3.122 tipe nomina setelah proses identifikasi dan penyaringan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata dalam buku EPS-TOPIK tidak hanya berkaitan dengan lingkungan kerja, tetapi juga mencakup kosakata kehidupan sehari-hari dan budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa calon pekerja migran membutuhkan kompetensi kosakata yang cukup luas untuk dapat berkomunikasi dan beradaptasi selama tinggal dan bekerja di Korea Selatan.
Penelitian yang menganalisis 60 unit dalam buku New Standard Korean Textbook for EPS-TOPIK Vol. 1 dan Vol. 2 yang diterbitkan oleh HRD Korea ini menjadi tahap awal dalam pengembangan kamus bilingual EPS-TOPIK Korea–Indonesia. Selain padanan dalam bahasa Indonesia, kamus direncanakan memuat contoh penggunaan kontekstual, kolokasi, label ranah atau domain, informasi relevansi kosakata, serta dukungan visual pada lema tertentu. Pengembangan kamus tersebut diharapkan tidak hanya membantu pembelajar memahami makna sebuah kata, tetapi juga memahami bagaimana kosakata tersebut digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari maupun lingkungan kerja di Korea Selatan.
![]()
Keikutsertaan dalam ASIALEX 2026 diharapkan dapat membuka ruang diskusi dan kolaborasi lebih lanjut dalam bidang leksikografi, pengajaran bahasa Korea untuk tujuan khusus, serta pengembangan sumber belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan calon pekerja migran Indonesia.
(Sri Wahyuningsih)