Yogyakarta, 21–30 Juli 2026 — Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, kembali menyelenggarakan kegiatan pertukaran budaya dengan Chung-Ang University (CAU) yang bertajuk CAUGM ke-2. Dalam kegiatan pertukaran ini mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan Chung Ang University memiliki kesempatan untuk saling belajar bahasa, memperdalam pemahaman budaya, serta membangun jejaring persahabatan lintas negara melalui berbagai kegiatan akademik dan kebudayaan.

Sama seperti pada rangkaian CAUGM yang pertama, kegiatan CAUGM ke-2 ini juga diawali dengan Opening Ceremony yang dilaksanakan pada 21 Juli 2026. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea UGM maupun mahasiswa Chung-Ang University menampilkan berbagai pertunjukan yang telah dipersiapkan sebagai bagian dari proses pertukaran budaya. Mahasiswa UGM mempersembahkan beragam kesenian tradisional Indonesia, seperti Tari Sintren, Tari Edan-Edanan, Pencak Silat, Angklung, penampilan Indonesia Menari, serta penampilan menyanyi. Sementara itu, mahasiswa Chung-Ang University memperkenalkan budaya Korea melalui penampilan Taekwondo, 풍물 (pungmul, pertunjukan musik tradisional Korea), Cheerleading (응원단, eungwondan), serta K-pop Sing and Dance. Berbagai pertunjukan tersebut menjadi media bagi kedua kelompok mahasiswa untuk saling memperkenalkan, mengapresiasi, dan memahami kekayaan budaya masing-masing secara langsung.
Selain menjadi ajang pertukaran budaya, CAUGM 2026 juga menghadirkan program pertukaran bahasa yang melibatkan mahasiswa dari kedua universitas sebagai pengajar sekaligus pemelajar. Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea UGM membimbing mahasiswa Chung-Ang University mempelajari bahasa Indonesia, sedangkan mahasiswa CAU memperkenalkan bahasa Korea kepada mahasiswa UGM. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan tingkat kemampuan peserta, yaitu 초급반 (Beginner Class), 중급반 (Intermediate Class), dan 고급반 (Advanced Class). Seluruh proses belajar berlangsung secara interaktif melalui praktik percakapan sehari-hari, pendampingan antarmahasiswa, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas kolaboratif di kelas. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memahami penggunaan bahasa dalam konteks sosial dan budaya secara alami dan menyenangkan.

![]()
Rangkaian kegiatan semakin semarak melalui penyelenggaraan Korean Festival pada 25 Juli 2026 di Auditorium Soegondo FIB UGM yang terbuka bagi masyarakat umum. Festival ini menghadirkan beragam penampilan seni dari mahasiswa UGM maupun Chung-Ang University. Tidak hanya itu, mahasiswa CAU juga secara khusus menyiapkan berbagai hidangan khas Korea yang dimasak sendiri untuk dibagikan kepada para pengunjung, sehingga peserta dapat merasakan pengalaman budaya Korea secara lebih dekat melalui seni kuliner.
Pada 26 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan 짝활동 (Jjakhwaldong), yaitu aktivitas berkelompok yang mempertemukan mahasiswa UGM dan Chung-Ang University dalam suasana yang lebih akrab. Dalam kegiatan ini, setiap kelompok berkeliling di kawasan Malioboro sambil menyelesaikan misi bersama, seperti berfoto di kawasan Malioboro dan membeli barang yang sama. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi para peserta CAUGM untuk menjadi lebih dekat satu sama lain.
![]()
Program CAUGM Ke-2 Tahun 2026 ditutup melalui Closing Ceremony yang diselenggarakan pada 30 Juli 2026 di Auditorium Poerbatjaraka FIB UGM dan terbuka untuk umum. Pada acara penutupan ini, kedua kelompok mahasiswa menampilkan hasil pembelajaran selama mengikuti program. Mahasiswa UGM mempersembahkan berbagai pertunjukan budaya Korea yang telah dipelajari selama kegiatan berlangsung, sementara mahasiswa Chung-Ang University menampilkan kesenian dan budaya Indonesia sebagai wujud apresiasi terhadap pengalaman belajar yang mereka peroleh. Penampilan tersebut mencerminkan proses pembelajaran yang berlangsung secara timbal balik sekaligus menunjukkan keberhasilan pertukaran budaya dan bahasa yang telah dijalani bersama. Seluruh pertunjukan berlangsung dalam suasana hangat, penuh antusiasme, dan semangat kebersamaan. Mahasiswa dari kedua universitas saling memberikan dukungan, menikmati setiap penampilan, serta merayakan hasil pembelajaran yang telah dicapai bersama. Interaksi yang terjalin sepanjang program mencerminkan tumbuhnya rasa saling menghargai, keterbukaan terhadap keberagaman budaya, serta persahabatan yang melampaui batas negara.

Melalui penyelenggaraan CAUGM Ke-2 Tahun 2026, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea UGM berharap program ini dapat terus menjadi ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta budaya. Pengalaman belajar secara langsung bersama mahasiswa Chung-Ang University diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memperluas wawasan internasional, menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap keberagaman, serta mempererat hubungan baik yang telah terjalin antara Universitas Gadjah Mada dan Chung-Ang University. Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik dan pertukaran yang memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun para mahasiswanya.
(Aura Adiba W.L / Eunike Serafia N.S)